melamar kerja



lagi pusing ni,,, sekarang aku kuliah di makassar,, aku ambil program study islam dan bahasa arab,,, insya Allah aku akan menjadi Da`i dan berjuang di jalanNYA,,,(amiin,,,) berhubung aku jauh ma ortu,,, ototmatis aku harus berusaha sendiri untuk beli keperluan sehari-hari,,,(sabun mandi,sabun cuci, pasta gigi) heheheheh,,,,,, `kalo itu sih gak terlalu aku pikirkan`,,, masalnya aku kan mau beli buku,,,, tapi gak punya duit, minta ma ortu aja kali ya,,,???(bukan tipeku bangat) aku gak mau membebani ortu di kampung,,, makanya sekarang aku dan teman2 se asrama mau cari kerja sambil kuliah,,, doakan kami yahhh,,,,,
Selengkapnya...

flsafat plato

Plato

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Langsung ke: navigasi, cari

Plato juga dapat berarti dataran tinggi
Plato
Plato

Plato (bahasa Yunani Πλάτων) (lahir sekitar 427 SM - meninggal sekitar 347 SM) adalah filsuf Yunani yang sangat berpengaruh, murid Socrates dan guru dari Aristoteles. Karyanya yang paling terkenal ialah Republik (dalam bahasa Yunani Πολιτεία atau Politeia, "negeri") di mana ia menguraikan garis besar pandangannya pada keadaan "ideal". Dia juga menulis 'Hukum' dan banyak dialog di mana Socrates adalah peserta utama.

Sumbangsih Plato yang terpenting tentu saja adalah ilmunya mengenai ide. Dunia fana ini tiada lain hanyalah refleksi atau bayangan daripada dunia ideal. Di dunia ideal semuanya sangat sempurna. Hal ini tidak hanya merujuk kepada barang-barang kasar yang bisa dipegang saja, tetapi juga mengenai konsep-konsep pikiran, hasil buah intelektual. Misalkan saja konsep mengenai "kebajikan" dan "kebenaran".

Salah satu perumpamaan Plato yang termasyhur adalah perumpaan tentang orang di gua.

Ada yang berpendapat bahwa Plato adalah filsuf terbesar dalam sejarah manusia. Semua karya falsafi yang ditulis setelah Plato, hanya merupakan "catatan kaki" karya-karyanya saja.

Selengkapnya...

filsafat

Kata falsafah atau filsafat dalam bahasa Indonesia merupakan kata serapan dari bahasa Arab فلسة, yang juga diambil dari bahasa Yunani; Φιλοσοφία philosophia. Dalam bahasa ini, kata ini merupakan kata majemuk dan berasal dari kata-kata (philia = persahabatan, cinta dsb.) dan (sophia = "kebijaksanaan"). Sehingga arti harafiahnya adalah seorang "pencinta kebijaksanaan" atau "ilmu". Kata filosofi yang dipungut dari bahasa Belanda juga dikenal di Indonesia. Bentuk terakhir ini lebih mirip dengan aslinya. Dalam bahasa Indonesia seseorang yang mendalami bidang falsafah disebut "filsuf".

Definisi kata filsafat bisa dikatakan merupakan sebuah problem falsafi pula. Tetapi, paling tidak bisa dikatakan bahwa "falsafah" itu kira-kira merupakan studi tentang arti dan berlakunya kepercayaan atau pengetahuan manusia pada sisi yang paling dasar dan universal. Studi ini didalami tidak dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan problem secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu, serta akhir dari proses-proses itu dimasukkan ke dalam sebuah proses dialektik. Dialektik ini secara singkat bisa dikatakan merupakan sebuah bentuk dialog. Untuk studi falsafi, mutlak diperlukan logika berpikir dan logika bahasa.

Selengkapnya...

AHMADIYAH

ada seorang pengikut Ahmadiyah yang berkomentar ::


Pendiri Ahmadiyah, Mirza Ghulam Ahmad, mengaku ditunjuk Allah menjadi Al Masih Yang Dijanjikan oleh Nabi Muhammad saw tentang masa depan Islam di Akhir Zaman. Mungkin orang bertanya, kan yang dijanjikan Al Masih Bani Israili yang sekarang masih di langit? Ahmad mengaku mendapat wahyu bahwa Isa Al Masih Israili sudah wafat dan dikubur di Kashmir, India (www.tombofjesus.com). Sebagai perbandingan, umat Yahudi percaya, sebelum datang Mesiasnya, Nabi Elias mesti datang dulu dari langit (dia juga dipercaya hilang karena naik ke langit). Tapi Nabi Isa bilang, yang datang sebagai perwujudan Nabi Elias adalah Yohanes Sang Pembaptis (Matius 11:13-14 , 17:12-13, Markus 9:13).

menurut saya, argumen tersebut SANGAT tidak tepat.

Nabi Isa memang akan turun di akhir zaman, tapi, sebelumnya ada tanda-tanda yang mendahuluinya

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:

اْلأَنْبِيَاءُ إِخْوَةٌ لِعَلاَّتٍ أُمَّهَاتُهُمْ شَتَّى وَدِينُهُمْ وَاحِدٌ وَأَنَا أَوْلَى النَّاسِ بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ِلأَنَّهُ لَمْ يَكُنْ بَيْنِي وَبَيْنَهُ نَبِيٌّ وَإِنَّهُ نَازِلٌ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَاعْرِفُوهُ رَجُلاً مَرْبُوعًا إِلَى الْحُمْرَةِ وَالْبَيَاضِ عَلَيْهِ ثَوْبَانِ مُمَصَّرَانِ كَأَنَّ رَأْسَهُ يَقْطُرُ وَإِنْ لَمْ يُصِبْهُ بَلَلٌ فَيَدُقُّ الصَّلِيبَ وَيَقْتُلُ الْخِنْزِيرَ وَيَضَعُ الْجِزْيَةَ وَيَدْعُو النَّاسَ إِلَى اْلإِسْلاَمِ فَيُهْلِكُ اللَّهُ فِي زَمَانِهِ الْمِلَلَ كُلَّهَا إِلاَّ اْلإِسْلَامَ وَيُهْلِكُ اللَّهُ فِي زَمَانِهِ الْمَسِيحَ الدَّجَّالَ وَتَقَعُ اْلأَمَنَةُ عَلَى اْلأَرْضِ حَتَّى تَرْتَعَ اْلأُسُودُ مَعَ اْلإِبِلِ وَالنِّمَارُ مَعَ الْبَقَرِ وَالذِّئَابُ مَعَ الْغَنَمِ وَيَلْعَبَ الصِّبْيَانُ بِالْحَيَّاتِ لاَ تَضُرُّهُمْ فَيَمْكُثُ أَرْبَعِينَ سَنَةً ثُمَّ يُتَوَفَّى وَيُصَلِّي عَلَيْهِ الْمُسْلِمُونَ

"Para Nabi adalah seperti saudara sebapak, ibu mereka berbeda tapi agama mereka satu. Sesungguhnya akulah yang paling berhak dengan Isa Ibnu Maryam karena tidak ada antaraku dan dia seorang nabi pun. Sungguh dia akan turun, maka jika kalian melihatnya kenalilah dia! Dia adalah seorang yang berkulit antara merah dan putih dalam keadaan berpakaian dua kain yang bercelup ja’faran, rambut-nya seperti meneteskan air padahal tidak basah. Ia akan memecahkan salib-salib, membunuh babi-babi, menggugurkan jizyah, dan mengajak manusia kepada agama Islam. Allah binasakan pada zaman-nya seluruh agama-agama selain Islam. Allah binasakan juga Dajjal. Maka terjadilah keamanan di muka bumi hingga singa-singa merumput bersama dengan unta-unta, macan-macan dengan sapi-sapi, dan serigala-serigala dengan domba-domba, serta anak-anak kecil bermain dengan ular-ular dengan tidak memberikan madharat sedikit pun kepada mereka. Demikianlah berlangsung selam empat puluh tahun, kemudian beliau meninggal dan dishalatkan oleh kaum muslimin. (HR. Imam Ahmad, dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)"

juga:

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah: “Nabi Isa عليه السلام masih hidup sebagaimana yang telah ditetapkan dalam kitab Shahih (Bukhari dan Muslim -pen.) Dan akan turun sebagaimana dalam hadits nabi صلى الله عليه وسلم

يَنْزِلُ فِيكُمُ ابْنُ مَرْيَمَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَكَمًا عَادِلاً وَإِمَامًا مُقْسِطًا فَيَكْسِرَ الصَّلِيبَ وَيَقْتُلَ الْخِنْزِيرَ وَيَضَعَ الْجِزْيَه

"Akan turun di tengah kalian Isa bin Maryam صلى الله عليه وسلم sebagai hakim yang adil dan Imam yang bijaksana. Ia akan memecahkan salib-salib, membunuh babi-babi dan menggugurkan jizyah.” (Bukhari Muslim) ~ (Majmu’ Fatawa, jilid 4/322)

Dari Hudzaifah bin Usaid Al-Ghifari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

اطَّلَعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْنَا وَنَحْنُ نَتَذَاكَرُ فَقَالَ: مَا تَذَاكَرُوْنَ؟ قَالُوا: نَذْكُرُ السَّاعَةَ. قَالَ: إِنَّهَا لَنْ تَقُوْمَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ؛ فَذَكَرَ الدُّخَانَ وَالدَّجَّالَ وَالدَّابَّةَ وَطُلُوْعَ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا وَنُزُوْلَ عِيْسَى بْنِ مَرْيَمَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ وَيَأَجُوْجَ وَمَأْجُوْجَ وَثَلاَثَةَ خُسُوْفٍ خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ وَخَسْفٌ بِجَزِيْرَةِ الْعَرَبِ وَآخِرُ ذَلِكَ نَارٌ تَخْرُجُ مِنَ الْيَمَنِ تَطْرُدُ النَّاسَ إِلَى مَحْشَرِهِمْ

"Rasulullah melihat kami dalam keadaan kami sedang saling mengingat, maka beliau mengatakan: “Sedang saling mengingatkan apa kalian? Mereka menjawab bahwa kami sedang saling mengingat hari kiamat. Beliau mengatakan: Kiamat tidak akan bangkit sehingga kalian melihat 10 tanda, lalu beliau menyebut: Asap, dajjal, binatang, terbitnya matahari dari barat, turunnya Isa bin Maryam, Ya`juj dan Ma`juj, 3 peristiwa tenggelamnya (suatu daerah, -pent) ke dalam bumi, di daerah barat, di daerah timur, dan di jazirah Arab, yang terakhir adalah api yang muncul dari negeri Yaman yang menggiring manusia ke tempat berkumpulnya mereka.” (Shahih, HR. Muslim, Kitabul Fitan Wa Asyrathus Sa’ah, Bab Fil Ayat Allati Takunu Qabla As-Sa’ah, 18/234 no. 7214. Cet. Darul Ma’rifah. Hadits ini diriwayatkan pula oleh yang lain)"


Bagaimana mungkin Mirza Gulam Ahmad adalah Almasih yang ditunjuk oleh Allah Swt, sedangkan sekarang Ia sudah wafat...???
dan tanda-tanda yang dimiliki Almasih yang akan turun adalah Ia akan memecahkan salib-salib (dalam artian semua orang akan beriman kepadanya, dan membinasakan pada zamannya semua agama selain islam) baru kemudian ia meninggal.

dan dalam hadits diatas sudah jelas yang akan turun sebagai Al masih bukanlah Mirza Gulam Ahmad, melainkan Nabi Isa AS. SUNGGUH JANJI ALLAH dan RASULNYA TIDAK PERNAH SALAH.

firman Allah Swt:

وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلاَّ اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا . بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا . وَإِنْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلاَّ لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُونُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا

"Dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari Kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka. (an-Nisaa’: 157-159)"

sambungan komentar:

"Jadi pembesarbesaran masalah tentang kenabian Ahmad sebenarnya tidak pada tempatnya dan terlalu didramatisir. Nabi adalah utusan Allah, kalau ada orang mengaku Nabi tetapi bohong, adalah urusan Allah untuk menghukumnya. Urusan manusia adalah menyelidiki kebenarannya, lalu either mengimaninya kalau percaya dia benar, atau mengingkarinya kalau percaya dia bohong. But that is it, tidak boleh ada pemaksaan kehendak tentang keyakinan dan kebenaran"

betul, urusan manusia adalah menyelidiki kebenarannya, lalu mengimaninya kalau percaya ia benar dan mengingkarinya kalau memang Ia salah.
TETAPI, mengingkari bukan hanya sekedar menyatakan dalam hati, melainkan sudah menjadi tugas seorang muslim untuk amar ma'ruf nahi mungkar.

sebagaimana yang terjadi di zaman para sahabat
Dalam perang Ridda peperangan terbesar adalah memerangi "Ibnu Habib al-Hanafi" yang lebih dikenal dengan nama
Musailamah Al-Kazab (Musailamah si pembohong), yang mengklaim dirinya sebagai nabi baru menggantikan Nabi Muhammad SAW. Musailamah kemudian dikalahkan pada pertempuran Akraba oleh Khalid bin Walid.

"pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan): "Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu" (Q.S Ali Imran:106)

sekarang tugas pemerintah untuk segera bertindak tegas, tidak hanya urusan politik, ekonomi, sosial budaya yang diutamakan, tapi juga sebuah tugas penting untuk menjaga akidah ummat.


sumber:
Tafsir Al-Qur'an
http://asysyariah.com/
Selengkapnya...